Rabu, 29 Februari 2012

Gopek-anku Banyak!


Reva (4 tahun), keponakan saya, tidak pernah diberikan uang jajan dan tidak juga memintanya. Dia belum mengerti bahwa anak-anak biasanya diberikan uang jajan. Tetapi Reva sudah mulai mengenal uang. Dia sering melihat orang dewasa harus memberikan uang (atau gesek kartu) ketika membeli sesuatu. 

Suatu kali adik saya (Uda Opa) memberikannya celengan yang terbuat dari batok kelapa, oleh-oleh dari Yogyakarta. Lalu kami menjelaskan sedikit tentang manfaat menabung: “Kalau celengannya sudah penuh, Reva bisa membeli barang yang kamu suka”. Mulailah dia tiap hari meminta ‘gopekan’ untuk ‘diceleng’ kepada siapa saja yang bisa diminta.  

Uniknya, meski ada gopek tergeletak di meja, dia tidak langsung mengambilnya, tetapi bertanya dengan sopan: “minta ya mama, untuk diceleng”. (ket: Reva panggil saya mama, dan panggil ibu kandungnya mami).  Saya iyakan dan kadang memberikan koin lain seadanya dari dompet. Namun ketika melihat ada mangkuk kecil di mobil yang berisi banyak gopekan, dia sedikit kalap, merauk dan memindahkannya ke celengannya.  Ompung doli (kakeknya) ngotot: “itu kan punya ompung!”. Tapi Reva juga ngotot: “itu punyaku!”.

Pada hari Natal yang lalu, Reva mendapatkan cukup banyak ‘angpau’ dari saudara yang datang ke rumah ompungnya. Semuanya tidak dibelikan jajanan, tetapi masuk celengan. Entah bagaimana akhirnya dia tahu bahwa uang kertas ternyata bernilai lebih banyak dari koin. Dia mulai enggan menerima koin dan meminta yang kertas. Dia bilang: “Aku mau uang mami, bukan gopek.” Buat dirinya, gopek itu bukan uang. 

Demikianlah, koin dan uang kertas lambat laun memenuhi celengan Reva, hingga pada suatu hari celengannya sudah padat dan tidak bisa dimasukkan uang lagi. Uda Opa mengajaknya memecah celengan, yang menjadi suatu momentum besar dalam sejarah hidupnya. Dia belajar menghitung uang dan membeli baju renang dambaan dengan hasil tabungan sendiri.

Money laundry. Uangnya dicuci dulu biar bersih.

Horeee, gopek-an ku banyak. Yang kertas banyak juga!

Duaribu, tujuh ribu, ...  seratus ribu ...

Totalnya 146.500.-
Awas ya mami, jangan ambil uangku!

Amankan saja di tas.

Wah, sampai ngga muat. Banyak juga nih! Yuk, belanja.

Yeay! baju renang Reva hasil belanja dari tabungan sendiri
Uda Opa-nya bercerita, waktu membayar baju renang di kasir dengan koin-koin gopekan, Reva bilang: "Jangan dikasih semua dong uangnya uda, uangku nanti habis!". Reva lemas. Gopek-annya tinggal sedikit.

Oke nak, sebentar lagi ada celengan baru kok!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar