Kamis, 16 Februari 2012

Kersen, My Love

Ini dia, si buah kersen, populer di antara anak-anak yang suka memanjat pohonnya dan berebutan memetiknya.  Saya suka sekali buah yang sering disebut ceri ini, karena beraroma yang menyenangkan. Rasanya khas dan manis. Warnanya pink merona.

Buah Kresen, Buah Ceri-nya Indonesia
Memetiknya menjadi rutinitas saya, Little Big Rei dan keponakan (Revani Putri Raja). Pagi hari, sehabis jogging dan makan bubur ayam, tidak afdol bila kami tidak mampir ke dua pohon kersen yang rindang ini.

Reva dan Little Big Rei (kesian, wajahnya ketutup pegangan stoller)  di samping pohon kersen



Buahnya banyaaak. Letaknya ada di belakang rumah tetangga dan sedikit ngumpet (ada di jalan buntu), jadi buahnya jarang dipetik orang. Hmm, asik banget nih *liurnetes. Sebenarnya ada beberapa pohon kersen lainnya berada di pinggir-pinggir jalan komplek rumah, tetapi buahnya jarang, karena kerap sudah dipetik orang.

Pohon kersen di dekat rumah ini cukup tinggi, jadi banyak buah ranum tidak dapat tergapai dengan tangan. Sayang deh, banyak buah yang jatuh karena tidak ada yang petik. Nah, untung kakak Reva punya mainan ini nih.

garukkannya Reva
Pas saya lihat si tangan panjang ini tergeletak di rumah, muncul bohlam di atas kepala. Twing twing! Memetik buah kersen dengan alat garuk badan ini jadi lebih asyik dengan hasil yang lebih banyak *kemaruk mode on. Tinggal kaitkan si tangan ini ke dahan, tarik dahannya, terus petik-petik deh buahnya. Si tangan ini bisa juga meraih langsung buahnya dan tertinggal di telapaknya. Sip! Langsung diraih si pinky kersen dan masuk box yang sudah disiapkan dari rumah.

Oya, nama ilmiah pohon kersen adalah Muntingia Calabura. Sering disebut  juga pohon talok. Oleh orang Sulawesi sering menyebutnya Gersen. Ini termasuk tanaman perdu, cocok untuk tempat berteduh. Pohonnya mudah dan cepat sekali tumbuh dan berkembang. Ada di mana-mana, subur di trotoar, bahkan pinggir jalan business district seperti Sudirman. Sebenarnya pohon ini agak sedikit liar, suka tumbuh di tembok.

Menurut saya, pohon ini sangat ramah pada manusia dan serangga. Sepanjang tahun, kersen berbunga dan berbuah pink cerah, bagai ingin menyapa dan menghibur orang dan serangga setiap hari. Daaan yang paling penting adalah khasiat buahnya yang dapat menurunkan asam urat bila diminum secara teratur *cobagooglingsendiri.  Kesemutan di kaki saya lambat laun hilang karena memakan *dengan mencuri* nya setiap hari. Sedangkan air rebusan daun kersen dikabarkan bisa menurunkan diabetes dan memperlambat laju kanker. Saya sendiri belum coba.

Tetapi sayang ya, pohon kersen ini kurang dibudidayakan dan dimanfaatkan. Hanya segelintir orang yang membuat sirup dari buah kersen ini menjadi produk herbal lokal, padahal ini potensi sumberdaya lokal yang perlu dikembangkan. Ayo siapa yang mau garaaap?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar